JAKARTA:
Penyidik Kepolisian Polres Jakarta Timur mulai memanggil para pengurus yayasan Pondok Pesantren AZ ZH. Hadir sekitar Jam Sebelas siang, 3-7-2024 di Polres Jakarta Timur (diduga yang hadir KH. Muhajir atau Gus Muhajir serta didampingi Pengurus Pondok), terkait dugaan terjadinya kasus penganiayaan santri dibawah umur oleh senior atau kakak kelasnya
Sebagaimana diberitakan sebelumnya orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib , Kepolisian Polres Jakarta Timur dengan tanda bukti lapor Nomor : LP/B/1651/V/2025/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur.
Hal pelaporan ini dilakukan agar bisa menjadi efektif jera serta pengurus yayasan agar lebih waspada dalam melakukan pengawasan, sebab akhir akhir ini masyarakat dikagetkan dengan kerap terjadinya kasus penganiayaan di wilayah lingkungan pondok pesantren yang dilakukan oleh temannya sendiri sesama santri terutama kakak kelasnya.
Bahkan kejadian di Gresik Jawa Timur’ penganiayaan diduga dilakukan petugas keamanan lingkungan pesantren dan sempat dilaporkan ke polisi oleh orang tua santri.
Kejadian di Kediri dan Bangkalan Madura lebih menyedihkan lagi,ada santri sampai meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan rekan seniornya.
Kali ini diduga terjadi kasus penganiayaan, menimpa Jbl (12), th santri yang menimba ilmu di Yayasan Pesantren AZ ZH beralamat di Jl. Madrasah Kp. Tanah 80 Klender, Duren Sawit Jakarta Timur.
Jbl diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya sendiri sesama santri yang juga seniornya berinisial FP, diceritakan oleh orang tua Jbl, bahwa putranya saat itu lagi minum Es, lalu tidak lama kemudian datang si FP
Dan meminta Es ke Jbl, setelah diberi si FP ini belum puas dan tanpa diketahui sebabnya,? tiba-tiba langsung melakukan penganiayaan dengan cara menendang dan Mentekong Jbl.ujar JS selaku orang tua korban.
Sementara Gus MH selaku Pimpinan Ponpes AZ ZH saat di konfirmasi via WA 085777XXXX menyatakan bertanggung jawab penuh akan pengobatan dan ketika disinggung terkait pelaporan ke kepolisian. Gus MH menjawab hanya bisa bersabar karena ini sudah takdir,
Semoga permasalahan kecil bisa ditiadakan dan kalau ada permasalahan besar bisa dikecilkan saya punya Allah para Rosul dan para Waliullah ” ujarnya.
Sedangkan JS selaku orang tua korban menerangkan kondisi Jbl ketika dibawa untuk berobat dalam keadaan sakit, pengobatan awal sudah dilakukan di Klinik,
Setelah Klinik memeriksa Jbl selanjutnya dirujuk kerumah sakit, karena kondisinya mengkhawatirkan, sebab harus di rongsen dan ditangani oleh dr. Ortopedi RSU.
Jbl saat awal mula di periksa hanya jari kaki yang bisa gerak, selanjutnya kakinya dan saat ini dalam pengobatan jalan karena untuk operasi membutuhkan biaya mahal jelasnya (Cs)





